Info T1D

Icon

Tenaga Kesehatan Profesional

Tentang Kami

Kisah Felicity: Memahami Diabetes Tipe 1 untuk Mengelola Diabetes Tipe 1

Diedit:

Anne-Charlotte Ficheroulle

Pharmacist, Education Manager, A4D

Kisah Felicity: Memahami Diabetes Tipe 1 untuk Mengelola Diabetes Tipe 1

Felicity Young didiagnosis Diabetes Tipe 1 (DM1) pada usia 17 tahun saat mempersiapkan Sijil Pelajaran Malaysia (SPM), ujian nasional yang setara dengan GCE O-Levels. Itu adalah waktu yang menantang saat ia mempersiapkan SPIM dan bergulat dengan gejala DM1—haus berlebihan, sering buang air kecil, penurunan berat badan, dan rasa lapar terus-menerus. Meskipun makan dalam porsi besar untuk memuaskan rasa laparnya yang sering, Felicity terus kehilangan berat badan dan menderita mual dan muntah. Bertekad untuk memprioritaskan pendidikannya, ia mengatasi gejala-gejalanya dan fokus pada ujiannya. Namun, tak lama setelah menyelesaikan kertas SPM-nya, ia mengalami kesulitan bernapas dan dilarikan ke rumah sakit, di mana ia menghabiskan tujuh hari di ICU untuk dirawat karena ketoasidosis diabetik (KAD) dan didiagnosis DM1.

Sebelas tahun yang lalu, saat Felicity pertama kali didiagnosis, kesadaran dan pemahaman tentang DM1 masih sangat terbatas. Orang tuanya yang khawatir menyarankan agar dia mengendalikan pola makannya dengan menghilangkan gula dan karbohidrat sama sekali. Pembatasan pola makan yang ketat ini membuat perjalanannya semakin sulit, karena dia tidak bisa lagi menikmati makanan favoritnya. Keterasingan karena tidak mengenal orang lain yang juga menyandang DM1 menambah perjuangannya. Untuk mencari jawaban, Felicity beralih ke internet dan media sosial. Perspektifnya berubah saat dia menghadiri lokakarya DM1, di mana dia bertemu dengan orang lain yang juga memiliki kondisi tersebut. Melalui pengalaman ini, dia mempelajari strategi yang berharga untuk mengelola DM1 dan menemukan komunitas yang mendukung.

Diagnosis Felicity menginspirasinya untuk mengambil gelar di bidang Dietetika, yang memungkinkannya memahami bagaimana makanan memengaruhi kadar glukosa darah. Selama bertahun-tahun, ia mengembangkan pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana gaya hidup dan pola makannya memengaruhi kondisinya. Kini, ia mengelola DM1-nya secara efektif melalui pola makan sehat, penghitungan karbohidrat, dan mempertahankan gaya hidup aktif. Ia menganggap kemajuan ini berkat tekadnya, pengetahuan yang diperoleh dari studinya, dan percakapan berkelanjutan dengan dokternya.

Felicity mendorong orang lain yang hidup dengan DM1 untuk tetap sabar dan gigih, karena butuh waktu untuk mencapai titik percaya diri dan kendali. Ia bangga dengan fleksibilitas yang dapat dicapainya, yang memungkinkannya menjalani hidup sesuai keinginannya sambil tetap sehat dan aktif. Ia berbagi, "Janji saya kepada diri sendiri adalah untuk selalu menjaga tubuh saya. Menjaga diri sendiri harus selalu menjadi prioritas."


Icon Disclaimer:

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Siapa Felicity Young dan kapan dia didiagnosis diabetes tipe 1?

Felicity Young didiagnosis diabetes tipe 1 pada usia 17 tahun, saat sedang mempersiapkan SPM — ujian nasional Malaysia yang setara GCE O-Levels. Tak lama setelah menyelesaikan ujiannya, dia kesulitan bernapas dan dilarikan ke rumah sakit, lalu menghabiskan tujuh hari di ICU karena ketoasidosis diabetik (KAD).

Gejala apa saja yang dialami Felicity sebelum didiagnosis?

Dia mengalami haus berlebihan, sering buang air kecil, penurunan berat badan, dan rasa lapar terus-menerus. Meskipun makan dalam porsi besar, berat badannya terus turun dan dia menderita mual serta muntah. Karena bertekad memprioritaskan pendidikannya, dia menahan gejala-gejala itu dan tetap fokus pada ujiannya.

Bagaimana Felicity akhirnya bisa mengelola diabetesnya dengan baik?

Titik baliknya adalah saat menghadiri lokakarya DM1, tempat dia bertemu orang lain dengan kondisi yang sama dan menemukan komunitas yang mendukung. Diagnosisnya juga menginspirasi dia mengambil gelar di bidang Dietetika. Kini dia mengelola DM1 lewat pola makan sehat, penghitungan karbohidrat, dan gaya hidup aktif, didukung percakapan berkelanjutan dengan dokternya.

Apa pesan Felicity buat orang lain yang hidup dengan DM1?

Dia mendorong sesama penyandang DM1 untuk tetap sabar dan gigih, karena butuh waktu untuk mencapai titik percaya diri dan kendali. Janjinya pada diri sendiri: selalu menjaga tubuhnya, karena menjaga diri harus selalu menjadi prioritas.