Info T1D
Tenaga Kesehatan Profesional
Tentang Kami
Keluarga dan Hubungan Sosial dengan Diabetes Tipe 1
Diedit:
Hidup dengan Diabetes Tipe 1 (DM1) dapat berdampak pada hubungan dengan keluarga, teman atau pasangan.
Mengelola DM1 bersama keluarga, teman, dan pasangan dapat membantu Anda merasa tidak sendiri. Hal ini dapat mendekatkan dan memperkuat ikatan yang dimiliki.
Penting untuk memiliki komunikasi yang baik dan terbuka dalam menjalin hubungan agar dapat saling memberikan dukungan.
Menyadari efek tambahan dari DM1 dalam hubungan dan masalah umum yang akan terjadi dapat membantu Anda mengatasi masa-masa sulit dengan lebih baik.
Persaingan antar saudara kandung
- Bagaimana diabetes memengaruhi hubungan, terutama di antara saudara kandung? Memiliki DM1 akan membuat Anda mendapat lebih banyak perhatian dari orang tua karena kunjungan ke rumah sakit dan perawatan. Saudara kandung mungkin akan merasa dikesampingkan dan tidak bahagia karena hal ini.
- Anda akan merasa tidak adil ketika anggota keluarga bersikap tegas mengenai apa yang bisa Anda makan dan hal yang harus dilakukan untuk mengelola DM1 dengan baik. Cobalah untuk memahami bahwa semua itu dilakukan karena rasa sayang dan mereka ingin Anda tetap sehat dan bahagia
- Ikut-sertakan saudara kandung dalam manajemen DM1 dan ajak mereka ke rumah sakit. Ini akan membantu mengurangi dampak diabetes dalam keluarga.
- Bagikan laman dan facebook HelloType1 dengan mereka agar mereka dapat lebih memahami DM1 dan dampaknya.
Orang tua yang sudah berpisah
- Memiliki orang tua yang berpisah adalah kondisi yang sulit untuk dihadapi oleh siapa pun baik secara praktis maupun emosional.
- Pastikan Anda membawa semua alat pengobatan diabetes Anda saat ke dua rumah. Orang tua harus membantu memastikan dalam hal ini.
- Catatlah pemantauan glukosa darah dan dosis insulin dalam buku harian sehingga kedua orang tua memiliki informasi yang benar.
Keluarga besar
- Ketika Anda didiagnosis DM1, wajar bagi kakek, nenek, bibi, paman, dan keluarga lainnya untuk merasa sedih dan khawatir. Hal ini dapat membantu mengurangi dampak negatif diabetes pada keluarga.
- Beberapa anggota keluarga mungkin merasa bingung mengenai apa itu DM1 dan apa artinya, terutama jika mereka berasal dari generasi/budaya yang berbeda.
- Bagikan laman dan Facebook HelloType1 kepada mereka agar mereka dapat memahami apa itu diabetes tipe 1 dan apa artinya bagi Anda.
- Kadang melelahkan untuk memberi penjelasan kepada semua orang maka Anda dapat menggunakan HelloType1 untuk membantu dalam hal itu.
Pasangan
- Memiliki DM1 bukan berarti Anda tidak dapat berpacaran atau memiliki hubungan romatis.
- Bersikaplah jujur dengan pasangan mengenai kondisi Anda. Reaksinya dapat memberikan informasi apakah mereka pasangan yang tepat untuk Anda.
- Carilah pasangan yang terbuka untuk belajar dan memahami Diabetes Tipe 1 agar dapat mendukung manajemen DM1. Ini adalah salah satu cara untuk mengatasi dampak diabetes pada hubungan.
- Ajak mereka saat kontrol ke rumah sakit dan bagikan laman dan Facebook HelloType1 untuk melibatkan mereka dalam manajemen diabetes tipe 1.
- Jika Anda mau, Anda dapat menikah dan memulai keluarga seperti orang lain!
Teman
- Memiliki diabetes tipe 1 bukan berarti Anda tidak dapat memiliki teman dan terlibat dalam acara sosial atau kegiatan lainnya!
- Jujur kepada teman adalah hal yang sangat penting untuk dilakukan dan reaksi mereka akan menjelaskan apakah mereka teman yang baik untuk Anda.
- Beritahukan teman dekat Anda mengenai pengelolaan diabetes tipe 1 agar mereka dapat membantu dan menjaga Anda! Mereka seharusnya dapat memahami dan memberikan dukungan.
- Bagikan laman dan Facebook HelloType1 untuk memberi pemahaman dan melibatkan mereka dalam manajemen Diabetes Tipe 1.
- Meskipun memiliki Diabetes Tipe 1, Anda masih dapat memiliki hubungan yang sehat, bahagia, dan penuh cinta dengan keluarga, teman, dan pasangan Anda.
- Ingatlah untuk meminta bantuan dan menerima dukungan dari keluarga, teman, pasangan, dan tim medis Anda untuk mengurangi stres dan meringankan beban. Anda tidak sendirian.
Penerjemah:
Dr. Helena Arnetta Puteri, Dr. Dyah Puspitaningtyas, Dr. Dhiya Nadira
Reviewer:
Prof. Aman Pulungan, Dr. Faizi, Dr. Agustini, Dr. Ghaisani, Dr. Khairunnisa, Dr. Stephanie Adelia, Dr. Irfan Salim, Dr. Yuni Hisbiyah, Dr. Rayi Kurnia, Dr. Timothy Supit.