Info T1D

Icon

Tenaga Kesehatan Profesional

Tentang Kami

Obat-obatan dan Diabetes Tipe 1

Diedit:

Lim Pei Kwee

Diabetes Specialist Nurse, Singapore

Obat-obatan dan Diabetes Tipe 1

Apa itu narkoba?

Narkoba adalah zat kimia yang dapat masuk ke dalam tubuh dan mengubah cara kerja tubuh atau otak kita. Obat-obatan tersebut dapat dikonsumsi untuk perawatan medis atau alasan rekreasional.

Narkoba Rekreasional

Penggunaan narkoba rekreasional adalah penggunaan zat kimia untuk kesenangan. Alkohol, tembakau, dan kafein dapat digolongkan sebagai narkoba.

Narkoba rekreasional adalah obat yang dikonsumsi tanpa alasan medis. Beberapa orang juga menyebutnya sebagai 'obat-obatan pesta' misalnya, ganja, ekstasi, kokain, dan amfetamin. Jenis obat-obatan ini ilegal di sebagian besar negara di dunia.

Silakan periksa undang-undang dan peraturan setempat seputar penggunaan narkoba.

Anda mungkin merasa ingin mencoba narkoba untuk bersenang-senang atau ditekan oleh orang-orang di sekitar Anda.

Penggunaan narkoba untuk rekreasi mempunyai efek yang merugikan pada tubuh dan pikiran Anda, terutama jika Anda menderita diabetes. Hal ini juga berdampak negatif pada studi, pekerjaan, dan kehidupan sosial Anda. Narkoba rekreasional dapat menyebabkan masalah dalam aspek hukum. Hal ini juga bisa menjadi kebiasaan mahal yang menyebabkan masalah keuangan tambahan. Jadi, jika Anda mengidap diabetes, kombinasi obat-obatan terlarang dan diabetes dapat menimbulkan banyak dampak buruk bagi kesehatan Anda.

Jika seseorang mempunyai masalah dengan narkoba, ada beberapa cara untuk mendapatkan bantuan.

Narkoba Rekreasional dan Diabetes

Salah satu risiko besar dari narkoba rekreasional adalah kemungkinan besar Anda akan lupa menyuntikkan dosis insulin atau lupa makan dan minum yang dapat menyebabkan situasi mematikan. Artinya, Anda berisiko lebih besar mengalami kadar glukosa darah tinggi dan mengalami diabetes ketoasidosis (DKA). Jika Anda mengalami gejala seperti sakit perut, napas berbau buah, sesak napas, muntah-muntah, atau dehidrasi, Anda perlu segera memeriksakan diri ke dokter.

Anda juga mungkin sudah mengalami komplikasi diabetes yang serius namun tidak menyadarinya atau melakukan sesuatu untuk mengatasi komplikasi tersebut karena Anda dalam pengaruh obat-obatan.

Baca lebih lanjut tentang komplikasi di sini dan penanganan hipoglikemia/hiperglikemia.

Anda harus selalu mengingat hal berikut:

  • Ketahui apa yang Anda konsumsi. Teliti efek obat sebelum memutuskan mencobanya dan diskusikan dengan dokter Anda.

  • Jangan mengonsumsi sesuatu jika Anda tidak yakin dengan obatnya.

  • Jangan pernah menggunakan narkoba sendirian. Jika Anda menggunakan narkoba, pastikan ada orang yang Anda percaya yang tidak mengkonsumsi narkoba dan tahu bahwa Anda mengidap Diabetes tipe 1 dan obat apa yang Anda gunakan.

  • Berada di lingkungan yang aman dan nyaman.

  • Jangan pernah berhenti menyuntikkan insulin atau memeriksa kadar glukosa darah.

Kami sangat menyarankan agar Anda tidak menggunakan narkoba karena berbahaya dan dapat menyebabkan banyak masalah pada kesehatan, kecanduan, pekerjaan, dan hubungan dengan teman dan keluarga.

Simpulan

Narkoba dan diabetes bukanlah kombinasi yang baik. Selain berdampak negatif bagi kesehatan, narkoba juga dapat menyebabkan Anda lupa menyuntikkan insulin atau bahkan menyuntik dosis yang salah. Hal ini dapat menyebabkan masalah kesehatan serius yang sebenarnya bisa dihindari jika Anda memilih untuk tidak mengonsumsi obat apa pun.

Efek obat-obatan terhadap diabetes juga tidak dapat diprediksi, dan jika Anda mengonsumsi obat-obatan, Anda dapat dengan mudah menempatkan diri Anda dalam situasi berbahaya. Jadi hal terbaik yang harus dilakukan adalah menghindari narkoba rekreasional.

Penerjemah:

Dr. Helena Arnetta Puteri, Dr. Dyah Puspitaningtyas, Dr. Dhiya Nadira

Reviewer:

Prof. Aman Pulungan, Dr. Faizi, Dr. Agustini, Dr. Ghaisani, Dr. Khairunnisa, Dr. Stephanie Adelia, Dr. Irfan Salim, Dr. Yuni Hisbiyah, Dr. Rayi Kurnia, Dr. Timothy Supit.

Icon Disclaimer:

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Kenapa narkoba lebih berbahaya buat penyandang diabetes tipe 1?

Karena efek narkoba bikin kamu gampang lupa suntik insulin atau lupa makan dan minum, dan itu bisa berujung pada situasi yang mematikan. Risiko gula darah tinggi dan ketoasidosis diabetik (DKA) jadi jauh lebih besar. Kamu juga bisa saja sudah mengalami komplikasi serius tapi nggak menyadarinya karena masih di bawah pengaruh obat.

Apakah alkohol dan rokok termasuk narkoba rekreasional?

Ya, alkohol, tembakau, dan kafein bisa digolongkan sebagai narkoba. Narkoba rekreasional artinya zat kimia yang dikonsumsi untuk kesenangan, tanpa alasan medis — termasuk juga "obat pesta" seperti ganja, ekstasi, kokain, dan amfetamin yang ilegal di sebagian besar negara.

Gejala apa yang harus diwaspadai kalau pakai narkoba saat punya diabetes?

Segera periksa ke dokter kalau kamu mengalami sakit perut, napas berbau buah, sesak napas, muntah-muntah, atau dehidrasi. Itu tandanya kamu berisiko mengalami ketoasidosis diabetik (DKA) akibat kadar glukosa darah yang tinggi.

Kalau tetap memakai narkoba, apa yang nggak boleh dilupakan?

Yang paling penting: jangan pernah berhenti menyuntik insulin atau memeriksa kadar glukosa darah. Jangan pakai narkoba sendirian — pastikan ada orang tepercaya yang nggak ikut memakai dan tahu kamu punya diabetes tipe 1, dan tetaplah di lingkungan yang aman dan nyaman. Tapi saran terbaiknya tetap satu: hindari narkoba rekreasional sama sekali, karena efeknya pada diabetes nggak bisa diprediksi.