Info T1D
Tenaga Kesehatan Profesional
Tentang Kami
Apa saja pedoman untuk pemantauan glukosa darah?
Diedit:
Apa saja alat yang Anda perlukan untuk pemantauan glukosa darah?
Alat pengukur glukosa darah
Alat ini adalah alat elektronik portabel yang digunakan untuk mengukur berapa banyak glukosa dalam darah Anda. Alat ini hanya membutuhkan setetes darah dari jari Anda. Pengukur glukosa darah harus dirawat sesuai dengan saran produsen dan dikalibrasi secara teratur. Prosedur dapat berbeda antara satu alat dengan alat lainnya. Lihatlah buku petunjuk atau tanyakan kepada dokter/perawat Anda tentang cara menggunakan dan menyimpan alat pengukur glukosa darah.
Strip tes glukosa darah
Gunakan hanya strip tes khusus untuk alat pengukur Anda. Anda hanya dapat menggunakan strip tes satu kali. Artinya, Anda harus membeli strip yang baru setiap kali ingin memeriksa kadar glukosa darah Anda. Jangan gunakan strip tes yang sudah kedaluwarsa. Simpan strip tes sesuai petunjuk. Jangan letakkan strip tes di dalam lemari es.
Penusuk jari dan lanset
Lanset adalah jarum halus berujung tajam yang digunakan untuk menusuk kulit. Anda memerlukan alat penusuk jari, dengan lanset terpasang, untuk mendapatkan setetes darah yang diperlukan untuk tes glukosa darah.
Kapan dan seberapa sering saya perlu memeriksa kadar glukosa darah saya?
Anda harus memeriksa kadar glukosa darah Anda setidaknya 4 kali sehari, tetapi usahakan 6 kali jika Anda memiliki strip tes yang cukup dan catatlah hasilnya.
Mengukur kadar glukosa darah sebaiknya dilakukan
1. Saat Anda bangun tidur, sebelum sarapan
2. Di siang hari sebelum Anda makan siang
3. Di malam hari sebelum Anda makan malam
4. Sebelum Anda tidur
Jika memungkinkan dan jika Anda memiliki cukup strip tes, Anda dapat menambahkan tes tambahan:
5. 2,5 jam setelah sarapan
6. 2,5 jam setelah makan siang
Anda bisa melakukan pemeriksaan lebih sering ketika Anda melakukan olahraga berat (sebelum, selama, dan beberapa jam setelahnya), kadang-kadang pada malam hari untuk mendeteksi kadar glukosa darah rendah atau tinggi pada malam hari, atau ketika Anda sakit untuk mencegah krisis hiperglikemik (keadaan darurat akibat kadar glukosa darah yang sangat tinggi). Tes ini juga penting dilakukan untuk memastikan hipoglikemia (kadar glukosa darah rendah) dan memantau pemulihan.
Kadar glukosa darah yang tidak terkendali tidak hanya menyebabkan masalah jangka pendek seperti hipoglikemia, tetapi juga kondisi yang mengancam jiwa seperti Ketoasidosis Diabetik (DKA) dan koma diabetik (Suatu keadaan penumpukan asam dalam aliran darah atas pemecahan lemak sebagai bahan bakar akibat rendahnya kadar insulin)
Pentingnya pemantauan glukosa darah
Pengelolaan diabetes yang baik memerlukan pemantauan glukosa darah secara teratur. Jika Anda memiliki strip tes yang cukup, lakukan pemeriksaan 6 kali sehari. Hasilnya harus ditinjau secara teratur dengan dokter Anda untuk mengidentifikasi pola fluktuasi glukosa Anda. Dengan data ini, dokter Anda dapat menyesuaikan rencana manajemen diabetes Anda.
Tentu saja tidak selalu mudah untuk memiliki 6 strip tes yang tersedia setiap hari. Jika stok strip tes Anda tidak cukup, cobalah setidaknya untuk memeriksa 4 kali sehari sebelum makan dan sebelum tidur. Anda dapat mendiskusikannya dengan dokter Anda.
Bagaimana cara memeriksa kadar glukosa darah?
1. Cuci dan keringkan tangan Anda
2. Masukkan strip tes ke dalam alat pengukur glukosa darah
3. Tusuk jari Anda dengan lanset
4. Teteskan darah Anda ke strip tes sampai strip tersebut menyerap cukup darah untuk melakukan pemeriksaan
5. Dalam hitungan detik, pengukur glukosa darah akan memberikan hasil
6. Catat hasilnya dalam buku harian atau buku catatan glukosa darah Anda
7. Buang strip tes dan lanset bekas pakai dengan benar. Simpan alat pengukur glukosa darah.
Tips Pilihlah tempat yang tepat-jangan memeriksa dari jari yang sama setiap saat. Gunakan sisi ujung jari agar tidak terlalu sakit.
Bagaimana cara membaca hasilnya?
Kadar glukosa darah yang baik adalah antara 4 - 10 mmol/l (72 - 180 mg/dL).
Saat Anda bangun dan sebelum makan, targetkan kadar antara 4 - 7 mmol/L (72 - 126 mg/dL). Setelah makan dan sebelum tidur, targetkan kadar antara 5 - 10 mmol/L (90 - 180 mg/dL)
Target kadar glukosa Anda akan bersifat individual bagi Anda. Silakan diskusikan dengan dokter Anda berapa kisaran yang seharusnya bagi Anda.
Jika hasil pemeriksaan di bawah 4,0 mmol/L (72 mg/dL), tatalaksana sebagai HIPO (kadar glukosa darah rendah). Baca halaman terkait hipoglikemia untuk penjelasan lebih lanjut.
Kadang-kadang Anda mungkin mengalami gejala hipoglikemia saat kadar glukosa darah Anda diatas atau sekitar 4,0 mmol/L (72 mg/dL) - gejala tersebut tetap harus ditangani sebagai HIPO.
Harap diperhatikan:
Jika glukosa darah Anda sebelum makan selalu tinggi, dosis insulin Anda sebelumnya mungkin terlalu rendah.
Jika glukosa darah Anda sebelum makan selalu rendah, dosis insulin Anda sebelumnya mungkin terlalu tinggi.
Jika glukosa darah Anda sebelum makan terkadang tinggi dan terkadang rendah, ada beberapa penyebab yang memungkinkan, seperti dosis insulin, makanan yang Anda makan, dan olahraga.
Sehingga Anda harus mendiskusikan hal ini dengan dokter Anda.
Apa yang dimaksud dengan HbA1c?
Setiap 3 bulan, dokter Anda akan melakukan pemeriksaan HbA1c. Hasil tes ini mencerminkan kadar glukosa darah rata-rata Anda selama dua hingga tiga bulan terakhir. Semakin tinggi kadar HbA1c Anda, semakin buruk kontrol glukosa darah Anda dan semakin tinggi risiko komplikasi diabetes.
Apabila Anda memiliki kebiasaan pemantauan glukosa darah mandiri yang baik, dokter Anda akan menargetkan hasil HbA1c di bawah 7%.
Jika kadar HbA1c Anda saat ini di atas 7.5%, penting untuk dipahami bahwa setiap penurunan kadar HbA1c akan mengurangi risiko komplikasi jangka panjang. Hal ini dapat dilakukan dengan kebiasaan pemeriksaan glukosa darah yang lebih teratur.
Penerjemah:
Dr. Helena Arnetta Puteri, Dr. Dyah Puspitaningtyas, Dr. Dhiya Nadira
Reviewer:
Prof. Aman Pulungan, Dr. Faizi, Dr. Agustini, Dr. Ghaisani, Dr. Khairunnisa, Dr. Stephanie Adelia, Dr. Irfan Salim, Dr. Yuni Hisbiyah, Dr. Rayi Kurnia, Dr. Timothy Supit.