Info T1D

Icon

Tenaga Kesehatan Profesional

Tentang Kami

Bagaimana cara menangani hiperglikemia

Diedit:

Caridad M. Santos MD FPPS, FPSPME, D DM

Pediatric Endocrinologist, Philippine Children’s Medical Center, Philippines

Bagaimana cara menangani hiperglikemia

Apa yang dimaksud dengan hiperglikemia?

Kadar glukosa darah adalah jumlah glukosa dalam darah. Kadar glukosa yang terlalu tinggi, lebih dari 14 mmol/L (250 mg/dl), disebut hiperglikemia. Kadar glukosa darah yang sangat tinggi dapat menyebabkan gejala serius yang harus segera ditangani.

Jika tidak segera ditangani, hiperglikemia dapat menyebabkan komplikasi serius yang memerlukan penanganan kegawatdaruratan, seperti koma diabetes.

Glukosa darah yang terlalu tinggi dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan kerusakan saraf, pembuluh darah dan organ vital lainnya, sehingga dapat menyebabkan komplikasi, seperti serangan jantung, stroke, gagal ginjal, kebutaan, luka yang sulit sembuh dan amputasi kaki.

Baca selengkapnya.

Bagaimana cara mengenali hiperglikemia?

Gejala dan tanda glukosa darah yang tinggi dapat bervariasi, tergantung pada kondisi masing-masing orang

Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat Anda rasakan atau alami ketika Anda memiliki kadar glukosa darah tinggi:

- Merasa kehausan
- Sering buang air kecil, terutama di malam hari
- Penglihatan kabur
- Sering kelelahan
- Mulut kering

Jika glukosa darah Anda sangat tinggi, Anda juga dapat mengalami:

- Mual
- Sakit perut
- Sesak nafas
- Bau nafas seperti alkohol

Hiperglikemia bisa berlanjut menjadi kondisi yang sangat serius. seperti pingsan atau kehilangan kesadaran. Jika Anda mengalami kondisi tersebut, segera pergi ke rumah sakit/klinik.

Apa yang bisa menyebabkan hiperglikemia?

Pengelolaan Diabetes Tipe 1 merupakan upaya untuk menyeimbangkan tiga hal penting yaitu, insulin, asupan makanan dan aktivitas fisik.

Ketiganya harus diatur secara seimbang. Apabila terjadi ketidakseimbangan dari salah satu hal tersebut, maka kadar gula darah Anda pun akan terganggu.Secara umum, kadar glukosa darah yang lebih tinggi dari normal bisa disebabkan oleh kondisi sebagai berikut :

-Tidak menyuntikan insulin di saat yang seharusnya atau jumlah insulin yang disuntikkan tidak tepat
- Insulin sudah kedaluwarsa atau tidak disimpan dengan benar
- Asupan makanan tidak sesuai anjuran (makan terlalu sering/camilan yang terlalu sering)
- Banyak mengonsumsi makanan tinggi berkarbohidrat/minuman manis
- Aktivitas fisik berkurang dari biasanya
- Mengalami infeksi, sakit atau menstruasi
- Emosi yang berlebih, seperti kegembiraan atau stres
- Bersifat sementara selama atau sesudah olahraga berat (efek stres)
- Mengkonsumsi obat lain yang memengaruhi kerja obat diabetes

Memeriksa kadar glukosa darah yang tinggi.

Sebagai bagian dari pengelolaan diabetes, Anda perlu memeriksa kadar glukosa darah beberapa kali dalam sehari dengan glukometer. Hal ini akan membantu Anda untuk mengetahui adanya kadar glukosa darah tinggi yang tidak selalu bergejala. Apabila pemeriksaan tidak dilakukan secara teratur, Anda dapat memiliki kadar glukosa darah tinggi tanpa disadari yang dapat menyebabkan komplikasi di dalam tubuh.

Jika kadar glukosa darah Anda cenderung tinggi, dokter/perawat Anda akan menyarankan penyesuaian dosis insulin maupun asupan nutrisi agar kadar glukosa darah Anda kembali berada dalam kisaran yang normal.

Bagaimana cara menangani kadar glukosa darah yang tinggi (hiperglikemia)?

Jika glukosa darah Anda lebih dari 14 mmol/L (250 mg/dl), Anda harus segera menanganinya.

Berikut adalah langkah-langkah yang harus Anda ikuti:
- Periksa kadar glukosa darah Anda dan berikan suntikan insulin kerja cepat
- Hubungi dokter/perawat Anda untuk menanyakan berapa banyak insulin tambahan yang Anda butuhkan jika Anda tidak yakin dengan dosis insulin yang diperlukan
- Minum banyak air (setidaknya 1 gelas air putih per jam)
- Hindari olahraga berat
- Setelah 2 jam, periksa kembali kadar glukosa darah Anda

Jika kadar glukosa darah Anda tetap di atas 14 mmol/L (250 mg/dl), segera hubungi dokter/perawat Anda.

Jika glukosa darah Anda lebih dari 22 mmol/L (400 mg/dl), Anda mengalami kondisi hiperglikemia berat. Segera gunakan insulin kerja cepat (10% dari total dosis harian) dan hubungi dokter/rumah sakit Anda.

Poin-poin Penting

Hiperglikemia, atau gula darah tinggi, adalah suatu kondisi yang timbul ketika kadar gula darah dalam tubuh meningkat di atas ambang batas normal. Hiperglikemia yang berkepanjangan dapat menyebabkan komplikasi serius dan pada kasus yang lebih berat dapat mengancam jiwa.

Bagi orang dengan Diabetes Tipe 1, menghindari hiperglikemia merupakan bagian integral dari pengelolaan kondisi diabetes. Hal ini bisa dilakukan dengan memperhatikan asupan makanan dan memeriksa kadar gula darah secara teratur untuk memastikan kadar gula darah selalu dalam kisaran normal. Penting untuk mengikuti saran dokter Anda, karena merekalah yang paling mampu memandu mengenai cara mengelola diabetes Anda.

Penerjemah:

Dr. Helena Arnetta Puteri, Dr. Dyah Puspitaningtyas, Dr. Dhiya Nadira

Reviewer:

Prof. Aman Pulungan, Dr. Faizi, Dr. Agustini, Dr. Ghaisani, Dr. Khairunnisa, Dr. Stephanie Adelia, Dr. Irfan Salim, Dr. Yuni Hisbiyah, Dr. Rayi Kurnia, Dr. Timothy Supit.

Ikuti kuis tentang hiperglikemia sekarang!

Icon Disclaimer:

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Kapan gula darah disebut hiperglikemia?

Gula darah disebut tinggi kalau sudah di atas rentang targetmu — menurut ISPAD, di atas 180 mg/dL (10 mmol/L) pada 1–2 jam setelah makan. Mulai 250 mg/dL (14 mmol/L) ke atas, jangan cuma melihat angka gulanya: cek keton saat itu juga. Keton — bukan angka gula darahnya saja — yang menentukan seberapa gawat keadaannya, dan ketoasidosis diabetik (DKA) bisa mulai pada angka gula yang lebih rendah.

Apa saja tanda-tanda gula darah tinggi yang perlu diwaspadai?

Yang umum: merasa kehausan, sering buang air kecil terutama malam hari, penglihatan kabur, sering kelelahan, dan mulut kering. Kalau gula darahmu sangat tinggi, bisa muncul mual, sakit perut, sesak napas, dan bau napas seperti alkohol. Kalau sampai pingsan atau kehilangan kesadaran, segera pergi ke rumah sakit atau klinik.

Apa penyebab gula darah naik pada diabetes tipe 1?

Intinya ketidakseimbangan tiga hal: insulin, asupan makanan, dan aktivitas fisik. Contohnya tidak menyuntik insulin di saat yang seharusnya atau jumlahnya tidak tepat, insulin kedaluwarsa atau salah simpan, banyak makanan tinggi karbohidrat atau minuman manis, aktivitas fisik berkurang, sedang infeksi, sakit, atau menstruasi, sampai emosi berlebih seperti stres. Gula darah juga bisa naik sementara selama atau sesudah olahraga berat.

Apa yang harus dilakukan saat gula darah di atas 14 mmol/L?

Pertama cek keton — itu yang menentukan seberapa gawat, bukan angka gulanya saja. Lalu berikan insulin koreksi sesuai arahan tim medismu (hubungi dokter atau perawat kalau kamu tidak yakin dosisnya), minum banyak air sekitar 1 gelas per jam, dan jangan berolahraga selama keton masih tinggi. Cek ulang setelah 2 jam. Kalau gula darah tetap tinggi, ketonnya naik, atau kamu mual, muntah, sakit perut, atau napasmu cepat — hubungi tim medismu atau langsung ke IGD.