Info T1D

Icon

Tenaga Kesehatan Profesional

Tentang Kami

Petunjuk perawatan mulut bagi penyandang diabetes tipe 1

Diedit:

Johanah Co

Type 1 Diabetes Advocate

Tantangan hidup sehari-hari menyebabkan perawatan gigi terabaikan

Hidup berjalan cepat. Anda mungkin seorang pelajar, orang tua, tenaga profesional, atau pengasuh (TN: caregiver), dan juga mengelola Diabetes Tipe 1 (DT1), mudah sekali mengabaikan perawatan gigi dan mulut.

Namun, inilah kenyataannya: kesehatan mulut memainkan peran penting. Kesehatan gigi yang buruk bisa menyebabkan nyeri, infeksi, dan akan makin sulit mengelola gula darah. Menyikat gigi, flos gigi, dan rutin mengunjungi dokter gigi adalah kebiasaan yang lebih dari baik karena ini semua merupakan bagian dari cara tetap sehat bersama DT1.

Kembali ke dasar - hubungan antara diabetes dan kesehatan mulut

Mulut dan gula darah Anda saling terkait lebih dari yang Anda bayangkan. Gusi yang sehat akan membantu kadar gula darah tetap stabil. Namun, jika gusi bengkak, luka, atau mudah berdarah, ini bisa menjadi gejala penyakit gusi, yang membuat diabetes jadi lebih sulit dikontrol.

Orang-orang dengan DT1 rentan terkena penyakit gusi karena gula darah tinggi melemahkan sistem imun tubuh dan memperlambat proses penyembuhan. Ditemukan bahwa penyakit gusi parah, yang disebut periodontitis, dapat menyebabkan peradangan di seluruh tubuh (Pussinen dan Salomaa, 2018). Periodontitis dapat meningkatkan risiko masalah jantung, ginjal, dan organ lainnya. Ketika diabetes tidak terkelola dengan baik, sulit bagi tubuh untuk melawan infeksi dan pulih, yang akan membuat penyakit gusi menjadi lebih buruk.

Apa yang membuat perawatan gigi bagi penyandang DT1 lebih sulit?

Orang-orang dengan DT1 sering mengalami gula darah rendah saat malam, ini disebut hipoglikemia. Misinya adalah menaikan gula darah dengan cepat dengan makan atau minum gula kerja cepat seperti permen atau jus. Namun, setelah itu, perawatan gigi terlupakan.

Ketika pH di mulut Anda (yang mengukur tingkat keasaman atau kebasaan suatu zat) tidak kembali normal setelah hipo makan atau minum manis atau asam, hal itu dapat merusak email Anda (lapisan keras terluar yang melindungi gigi Anda). Gula menjadi makanan bagi bakteri di mulut, bakteri-bakteri ini menghasilkan asam yang bisa melemahkan email. Seiring berjalannya waktu, keadaan ini bisa menyebabkan gigi berlubang, penyakit gusi, dan masalah gigi lainnya.

Mari belajar dari perjalanan Jyotsana Rangeen sebagai penyandang DT1 selama 9 tahun:

"Hipoglikemi malam adalah salah satu tantangan tersembunyi DT1, terutama saat kau setengah tertidur, minum jus atau makan permen. Saya menyadari jika saya tidak sikat gigi setelahnya, gigi saya pasti sudah rusak.

Saya lihat gejala-gejalanya ketika email mulai aus, saya menjadi lebih berhati-hati dalam perawatan gigi di malam hari. Sekarang, saya menyimpan sikat gigi berbulu halus dan obat kumur berfluoride di samping tempat tidur saya. Kebiasaan kecil ini berdampak besar. Senyum dengan rasa percaya diri membuat saya merasa baik, bahkan di tengah kekacauan DT1. Saya bersyukur dengan pelajaran-pelajaran yang diajarkan petualangan ini setiap hari!"

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO, 2017) dan Global Burden of Disease Study pada 2015, kerusakan gigi adalah salah satu masalah kesehatan paling umum di seluruh dunia. Jika dibiarkan tak terawat, gigi rusak bisa menimbulkan rasa nyeri, infeksi, dan kesulitan makan atau tidur, bahkan bisa memengaruhi pertumbuhan dan kesehatan secara keseluruhan. Di tempat-tempat dengan akses terbatas terhadap layanan kesehatan, banyak orang harus mencabut gigi karena kurangnya layanan kesehatan gigi yang terjangkau.

Sekarang bagaimana?

Dr. Dominika Antoniszczak, seorang dokter gigi asal Polandia yang telah hidup bersama DT1 selama 7 tahun, bertanya dalam penelitiannya, "menurut Anda apakah saya menyikat gigi setelah hipo pukul 3 pagi?" Studinya mendalami tantangan nyata yang dihadapi orang-orang dengan DT1 dalam merawat gigi.

Berikut ini adalah tinjauan dari orang-orang dengan DT1 (D. M. V. Antoniszczak et al., 2022):

Pria, DT1 selama 19 tahun, "saya mengalami penyakit gusi di usia 29. Kurangnya kontrol gula darah semasa remaja membuat ini makin buruk. Keadaan ini kini memengaruhi kesehatan mental saya."

Wanita, DT1 selama 25 tahun, "saya menghindari jus buah karena jus bersifat asam dan menyebabkan kerusakan gigi, tetapi jus juga cara terbaik untuk menaikan gula darah."

Pria, DT1 selama 40 tahun, "sebelum memakai continuous glucose monitoring (CGM), saya sering mengalami hipo malam dan memiliki banyak masalah gigi. Sejak pakai CGM, saya jarang hipo di malam hari, dan gigi saya baik-baik saja."

Berikut ini adalah tip-tip cara menangani hipo di malam hari dari Dr. Dominika, khususnya bagi mereka yang sulit merawat gigi setelahnya:

Setelah hipo malam, biasakan berkumur dengan air atau obat kumur sebelum kembali tidur.

Gunakan pasta gigi berfluorida (tanyakan dokter gigi Anda kadar fluorida yang tepat) dan flos gigi secara teratur.

Temui periodontis, dokter gigi subspesialis gusi, untuk perawatan yang tepat.

Jaga senyum kita

Menjaga gula darah di kisaran 70-180 mg/dL (3.9-10 mmol/L) selama setidaknya 16 jam sehari (70% waktu) menjaga kekuatan gigi dan kesehatan secara keseluruhan. Diskusikan dengan tim manajemen diabetes Anda karena target tiap individu berbeda.

Temukan tim senyum Anda! Kunjungi dokter gigi setiap enam bulan atau lebih sering jika dibutuhkan. Pemeriksaan rutin dapat mendeteksi masalah sejak dini dan mencegah kerusakan gigi dan penyakit gusi.

Berita baiknya? Kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari memberi dampak besar. Menyikat gigi, memflos gigi, dan menemui periodontis melindungi mulut dan juga tubuh Anda. Mulut yang sehat mendukung hidup yang sehat, terutama bagi penyandang DT1.

Butuh panduan? Silakan klik tautan untuk lihat panduan tentang cara mempersiapkan janji temu gigi Anda (D. Antoniszczak & Periodontitis-Diabetes Hub, n.d.)

Ingat: Langkah kecil pun berarti. Dengan konsistensi dan kesadaran, Anda dapat menjaga senyum Anda tetap cerah dan kesehatan Anda tetap prima untuk waktu yang panjang.

Icon Disclaimer: