Info T1D

Icon

Tenaga Kesehatan Profesional

Tentang Kami

Tips berolahraga

Diedit:

Jerry Gore

Co-Founder A4D, Mountaineer, United Kingdom

Tips berolahraga

Mengapa kita harus aktif?

Olahraga penting bagi semua orang, olahraga memberi kita lebih banyak energi dan membantu menjaga berat badan yang sehat. Olahraga sangat penting terutama jika Anda memiliki Diabetes Tipe 1 karena membantu meningkatkan kelola glukosa darah dan membangun rasa percaya diri.

Semua jenis olahraga baik - mulai dari berjalan kaki, mengendarai sepeda hingga bermain sepak bola. Cobalah untuk sedikit aktif setiap hari.

Sebagai permulaan, tetapkan tujuan untuk berolahraga selama 30 menit setiap hari. Kemudian, secara bertahap tingkatkan menjadi 60 menit sehari selama 5 hingga 6 hari seminggu.

Bagaimana olahraga dapat mempengaruhi kadar glukosa darah?

Olahraga dan aktivitas fisik dapat mempengaruhi kadar glukosa darah dengan berbagai cara.

Olahraga dan aktivitas fisik menurunkan kadar glukosa darah dengan cara:

- Otot menggunakan lebih banyak glukosa sebagai energi

- Tubuh menjadi lebih sensitif terhadap insulin

Atau terkadang dapat meningkatkan kadar glukosa darah karena:

- Pengaruh hormon lain pada tubuh (biasanya bersifat sementara karena stres - atau perasaan gembira)

- Sedang sakit

Tips berolahraga untuk orang dengan Diabetes Tipe 1

- Tes glukosa darah sebelum berolahraga: Hal ini membantu menentukan berapa banyak makanan yang diperlukan sebelum memulai olahraga.

- Perlengkapan hipoglikemia: Pastikan Anda selalu membawa perlengkapan hipoglikemia (misalnya jus dan biskuit) saat berolahraga.

- Beritahukan kepada pelatih atau guru: Pastikan Anda diawasi oleh seseorang yang dapat membantu jika terjadi hipoglikemia atau hiperglikemia.

- Suntikan insulin: Hindari berolahraga dalam waktu 2 jam setelah suntikan insulin karena dapat membuat kadar glukosa darah turun lebih cepat. Diskusikan dengan dokter Anda jika Anda tidak yakin tentang jadwal suntikan insulin.

- Makanan yang harus dimakan sebelum berolahraga: Tanyakan kepada dokter atau perawat Anda berapa banyak makanan yang dibutuhkan anak Anda sebelum berolahraga. Beberapa pilihan yang sesuai meliputi: buah, susu rendah lemak, yogurt, biskuit atau sepotong roti.

- Olahraga dalam waktu lama: Olahraga dalam waktu lama mungkin memerlukan karbohidrat ekstra dan/atau pengurangan dosis insulin. Diskusikan hal ini dengan dokter atau perawat Anda.

Jaga kesehatan Anda

Anda harus menjaga kesehatan Anda sendiri. Penting bagi Anda untuk memberi tahu guru Anda kapanpun Anda merasa tidak enak badan saat berolahraga.

Jangan sungkan untuk menghentikan olahraga. Anda harus mematuhi kebutuhan diabetes Anda, seperti makan makanan ringan untuk mengatasi gejala glukosa darah rendah (hipoglikemia) atau memeriksa kadar glukosa darah.

Olahraga untuk Orang dengan Komplikasi

Hal yang penting untuk diingat adalah bahwa orang yang hidup dengan diabetes kadang-kadang bisa memiliki kondisi lain seperti neuropati atau masalah jantung. Berolahraga tanpa mempertimbangkan hal-hal tersebut dapat menyebabkan masalah lebih lanjut, atau dalam beberapa kasus, cedera yang serius.

Sebagai contoh, seseorang yang memiliki masalah saraf pada kaki mungkin akan merasa sulit untuk berlari atau jogging karena kondisinya. Ada juga risiko cedera atau luka pada kaki, yang dapat menyebabkan komplikasi serius bagi penderita diabetes jika tidak segera ditangani.

Dalam kasus masalah jantung, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter dan tanyakan jenis olahraga apa yang dapat Anda lakukan, dan mana yang harus dihindari. Dengan demikian, Anda dapat menyesuaikan rutinitas olahraga Anda dengan jenis olahraga yang aman bagi tubuh Anda.

Tip yang baik untuk diingat adalah menuliskan latihan apa saja yang akan Anda lakukan, dan catatlah dampak latihan tersebut terhadap tubuh Anda. Jika Anda merasa lelah atau pingsan setelah berolahraga, sebaiknya kurangi intensitas latihan Anda ke tingkat yang lebih mudah. Untuk penderita neuropati, pastikan untuk memeriksa tubuh Anda apakah ada luka atau cedera yang mungkin disebabkan oleh olahraga Anda.

Hal-hal Penting

Olahraga adalah aktivitas penting yang membantu memperkuat tubuh dan menjaga tubuh agar berfungsi sebagaimana mestinya. Bagi penyandang diabetes, olahraga sangat penting karena dapat membantu mereka mengelola komplikasi penyakit mereka dengan lebih baik, dan bahkan dapat membantu mengatur kadar gula darah mereka.

Sebaiknya konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu, terutama saat melakukan olahraga berat. Hal ini karena orang dengan diabetes dapat mengalami komplikasi tertentu yang dapat membuat beberapa bentuk olahraga tidak aman atau berisiko bagi kesehatannya. Meskipun demikian, dokter menyarankan agar orang dengan diabetes tetap berusaha untuk tetap aktif untuk menjaga kesehatan mereka dan mencegah masalah kesehatan lebih lanjut.

Penerjemah:

Dr. Helena Arnetta Puteri, Dr. Dyah Puspitaningtyas, Dr. Dhiya Nadira

Reviewer:

Prof. Aman Pulungan, Dr. Faizi, Dr. Agustini, Dr. Ghaisani, Dr. Khairunnisa, Dr. Stephanie Adelia, Dr. Irfan Salim, Dr. Yuni Hisbiyah, Dr. Rayi Kurnia, Dr. Timothy Supit.

Ikuti kuis tentang olahraga sekarang!

Icon Disclaimer:

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa lama sebaiknya olahraga tiap hari kalau punya diabetes tipe 1?

Sebagai permulaan, targetkan 30 menit setiap hari, lalu tingkatkan bertahap sampai 60 menit sehari selama 5–6 hari seminggu. Semua jenis olahraga baik — dari jalan kaki, naik sepeda, sampai main sepak bola — yang penting coba sedikit aktif setiap hari.

Kenapa gula darah bisa turun (atau malah naik) saat olahraga?

Olahraga biasanya menurunkan gula darah karena otot memakai lebih banyak glukosa sebagai energi dan tubuh jadi lebih sensitif terhadap insulin. Tapi kadang gula darah malah naik karena pengaruh hormon lain — biasanya sementara, akibat stres atau perasaan gembira — atau karena kamu sedang sakit.

Apa yang harus disiapkan sebelum olahraga kalau punya diabetes tipe 1?

Cek gula darah dulu sebelum mulai — ini membantu menentukan berapa banyak makanan yang diperlukan sebelum olahraga. Selalu bawa perlengkapan hipoglikemia seperti jus dan biskuit, dan pastikan pelatih atau gurumu tahu supaya ada yang bisa membantu kalau terjadi hipo atau hiperglikemia. Hindari juga olahraga dalam 2 jam setelah suntik insulin, karena gula darah bisa turun lebih cepat.

Boleh nggak olahraga kalau sudah ada komplikasi seperti neuropati?

Boleh, tapi konsultasikan dulu dengan dokter soal jenis olahraga apa yang aman dan mana yang harus dihindari. Orang dengan masalah saraf di kaki misalnya bisa kesulitan berlari, dan ada risiko luka di kaki yang bisa jadi komplikasi serius kalau nggak segera ditangani — jadi periksa tubuhmu setelah olahraga. Kalau merasa lelah atau seperti mau pingsan, kurangi intensitas latihan ke tingkat yang lebih ringan.