Info T1D
Tenaga Kesehatan Profesional
Tentang Kami
Mendukung mereka yang hidup dengan Diabetes Tipe 1 & mengatasi stres
Diedit:
Ketika seseorang didiagnosis menderita Diabetes Tipe 1, pengasuh sering kali merasakannya sebagai peristiwa hidup yang traumatis dan menantang. Mereka menyadari konsekuensi buruk diagnosis tersebut terhadap kualitas hidup, harapan hidup, dan rutinitas sehari-hari anak mereka. Perlahan-lahan, mereka juga menyadari bahwa kenyataan baru ini mempunyai implikasi langsung bagi seluruh keluarga.
Mengelola diabetes pada remaja memerlukan perubahan rutinitas, perhatian, pola makan, dan gaya hidup. Mungkin sulit untuk menerima gagasan bahwa hal ini adalah sesuatu yang perlu dikelola seumur hidup mereka. Merasakan kesedihan dan kesedihan pada tahap ini adalah hal yang wajar.
Banyak pengasuh juga merasa bersalah terhadap kondisi penyandang diabetes dan bertanya-tanya apakah mereka bisa mencegahnya. Beberapa pengasuh juga mungkin merasa tidak yakin dalam menjalankan tugas merawat mereka, seperti memberikan obat-obatan dan membantu mereka mengikuti rencana makan. Kekhawatiran juga umum terjadi dalam mengenali gejala masalah diabetes dan mendapatkan bantuan medis yang tepat.
Semua perasaan tersebut dirasakan oleh semua pengasuh anak-anak penyandang Diabetes Tipe 1 dan sangatlah normal untuk merasakan tekanan ini, tetapi jangan lupa bahwa Anda tidak sendirian. Anda selalu dapat memperoleh dukungan dan bantuan dari para dokter dan perawat, kerabat dan keluarga Anda.
Banyak orang tua dan pengasuh anak diabetes mengalami stres emosional dan psikologis setelah diagnosis diabetes tipe 1 pada anak atau orang yang mereka rawat, jika Anda mengalami masalah serupa, yakinlah bahwa Anda tidak sendirian. Permasalahan di sini menjadi berlipat ganda karena Anda harus mengatasi rasa frustrasi, kesedihan, dan kecemasan Anda sendiri, namun pada saat yang bersamaan Anda harus mengatasi kecemasan dan kesedihan orang yang terkena diabetes.
Langkah pertama untuk mengatasi perasaan Anda sendiri adalah memberikan edukasi pada sendiri tentang Diabetes Tipe 1. Program Hello Type 1 akan memberikan informasi penting yang dibutuhkan orang tua dan pengasuh untuk memahami penyakit ini dan cara terbaik untuk mengelolanya, namun Anda juga selalu bisa mendapatkan jawaban dari tim perawatan diabetes yang merawat anak anda atau orang yang anda rawat. Mempelajari Diabetes Tipe 1 dan pengelolaannya akan membantu Anda untuk merasa cukup dan paham terkait Diabetes Tipe 1. Hal ini juga akan memungkinkan Anda untuk dapat membantu dan mendukung penyandang diabetes dengan lebih baik dan memahami bagaimana mereka dapat mengelola kondisi tersebut setiap hari dan membantu mengatasi emosi mereka sendiri.
Jangan lupa bahwa Anda juga dapat memperoleh dukungan dari keluarga Anda. Cobalah untuk membicarakan semua perasaan ini secara terbuka dengan keluarga Anda. Mereka dapat membantu Anda dan berbagi beberapa tanggung jawab dalam merawat penyandang diabetes.
Untuk mendukung anak atau penyandang diabetes, pertama-tama Anda harus mampu mengenali keadaan psikologis dan emosional mereka serta memiliki keberanian sebagai orang tua untuk mengatasinya.
Menghargai perasaan dengan menanyakan kepada mereka secara teratur. Penting untuk memiliki rasa ingin tahu dan mengeksplorasi kemungkinan tekanan yang mungkin dirasakan oleh penyandang diabetes. Cobalah untuk mendengarkan semua yang mereka katakan sebelum mengutarakan perasaan Anda sendiri.
Sangat penting untuk menemukan keseimbangan yang baik dalam berkomunikasi. Anda harus menunjukkan kepedulian dan ketertarikan dengan mengajukan pertanyaan tentang kebahagiaan mereka namun pada saat yang sama mencoba menguatkan mereka dengan menekankan bahwa Diabetes Tipe 1 bukanlah akhir dari segalanya.
Anda dapat mendengarkan pemikiran dan keluhan mereka, mencoba menjawabnya dan meyakinkan mereka bahwa dengan rutinitas dan disiplin yang terintegrasi dalam hidupnya, akan membantu mereka untuk menjalani kehidupan normal dan bahkan akan memberi mereka keuntungan besar di kemudian hari (yaitu kekuatan dan komitmen yang lebih baik untuk sukses di sekolah dan kemudian di universitas & pekerjaan).
Penting bagi Anda untuk membantu mereka membangun kemandirian. Mungkin sulit, terutama pada awalnya, untuk menahan keinginan untuk melindungi anak atau penyandang diabetes Anda secara berlebihan. Dengan dorongan dan dukungan, mereka harus belajar bagaimana mengambil beberapa tanggung jawab untuk mengelola diabetes mereka seperti pengobatan atau perencanaan makan. Hal ini akan berdampak positif dan membangun kepercayaan diri.
Ketika seseorang mengidap diabetes, hal itu akan berdampak pada seluruh keluarga. Jika Anda memiliki anak atau tanggungan lain yang tidak memiliki penyakit kronis, Anda mungkin memperhatikan bahwa mereka mungkin tidak menyukai perhatian ekstra yang didapat oleh penyandang diabetes. Ingatlah juga untuk menjaga dan menunjukkan perhatian kepada anggota keluarga Anda yang lain untuk menghindari ketegangan dalam keluarga Anda. Anda dapat melibatkan mereka dalam edukasi Diabetes Tipe 1 dan meminta bantuan mereka. Ini harus menjadi upaya tim dari seluruh keluarga.
Komunikasi yang baik dan suportif serta dukungan positif telah menunjukkan perbaikan nyata dalam pengendalian gula darah dan pengelolaan Diabetes Tipe 1 secara umum. Orang yang mengidap Diabetes Tipe 1 dapat berumur panjang, bahagia dan memiliki hidup yang bermakna seperti orang lainnya.
Diagnosis diabetes bukanlah hal yang mudah untuk dihadapi, apalagi diabetes bisa menjadi kondisi seumur hidup yang perlu dikelola dengan baik. Khususnya bagi orang tua yang memiliki anak penyandang diabetes, stres dalam merawat anak diabetes terkadang terlalu berat dan bahkan dapat memengaruhi kehidupan mereka serta cara mereka merawat anak.
Inilah sebabnya mengapa penting bagi orang tua untuk tidak mengabaikan kesehatan mereka sendiri, dan mengambil langkah-langkah untuk mengelola stres mereka. Jika bantuan tambahan diperlukan, tidak ada salahnya meminta kerabat, teman dekat, atau bahkan menyewa pengasuh untuk membantu pekerjaan rumah agar Anda dapat merawat anak dan mengelola stres dengan lebih baik.
Penerjemah:
Dr. Helena Arnetta Puteri, Dr. Dyah Puspitaningtyas, Dr. Dhiya Nadira
Reviewer:
Prof. Aman Pulungan, Dr. Faizi, Dr. Agustini, Dr. Ghaisani, Dr. Khairunnisa, Dr. Stephanie Adelia, Dr. Irfan Salim, Dr. Yuni Hisbiyah, Dr. Rayi Kurnia, Dr. Timothy Supit.