Info T1D
Tenaga Kesehatan Profesional
Tentang Kami
Kisah Kekuatan dan Sikap Positif Tong
Diedit:
Kenalkan, Tanapol Sukarin, atau Tong, begitu teman-temannya memanggilnya. Didiagnosis mengidap Diabetes Tipe 1 (DM1) saat berusia dua tahun, Tong telah menghabiskan sebagian besar hidupnya untuk mengelola kondisi yang mungkin akan menjadi tantangan bagi banyak orang. Namun kini, di usianya yang ke-19, Tong penuh dengan kepositifan dan keceriaan. Baginya, diabetes bukanlah beban—itu hanya bagian dari rutinitas hariannya, yang menjadi lebih mudah dengan dukungan terus-menerus dari keluarga, teman, dan dokternya.
Tong berusia sekitar tujuh tahun saat ia benar-benar memahami apa artinya hidup dengan diabetes. Alih-alih merasa sendirian atau malu, ia menerima DM1 sebagai bagian alami dari hidupnya. Sementara anak-anak lain mempelajari tanggung jawab dasar, Tong dengan percaya diri menyuntikkan insulin di depan teman-teman sekelasnya.
Ia bahkan mengambil langkah ekstra untuk mengajarkan teman-temannya cara memberikan suntikan insulin, untuk berjaga-jaga jika ia membutuhkan bantuan mereka suatu hari nanti. "Saya tidak menganggapnya sebagai sesuatu yang harus disembunyikan," katanya. "DM1 telah ada dalam diri saya selama yang saya ingat—itu hanyalah bagian dari diri saya."
Pandangan positif ini membuatnya bisa fokus pada mimpinya, bukan hanya pada kesehatannya. Tong saat ini sedang belajar Humaniora, mengambil jurusan Bahasa Inggris, dan ia berharap dapat membangun karier yang memberinya kemandirian dan kepuasan, yang memungkinkannya menjalani hidup sesuai keinginannya sendiri.

Namun, kisah Tong tidak hanya tentang hidup dengan DM1. Ia juga didiagnosis mengalami stroke iskemik. Menghadapi dua tantangan kesehatan bisa terasa berat bagi kebanyakan orang, tetapi Tong menghadapi keduanya dengan pola pikir positif.
Tong bersyukur kepada orang-orang dalam hidupnya, orang tuanya, dokter, dan teman-temannya, yang tidak pernah membiarkannya merasa berbeda. Mereka melihatnya sebagaimana adanya, bukan hanya karena kondisi medisnya.
Hidup dengan DM1 telah mengajarkan Tong lebih dari sekadar cara memeriksa gula darahnya; hal itu juga telah membentuk karakternya. Ia memahami betapa pentingnya untuk bersikap konsisten, mengetahui bahwa melewatkan satu dosis atau mengabaikan kesehatannya dapat menyebabkan masalah serius. Rasa tanggung jawab ini memengaruhi lebih dari sekadar kesehatannya, hal itu memengaruhi cara ia mengelola studinya, persahabatan, dan tujuannya.
“DM1 mengajari saya untuk lebih disiplin,” kenang Tong. “Bertanggung jawab atas kesehatan saya telah terbawa ke aspek lain dalam hidup saya. Memang tidak mudah, tetapi saya tahu saya bisa menjalani hidup normal dan mengejar impian saya.”
Melalui pengalamannya, Tong berharap dapat mendorong orang lain, terutama kaum muda penyandang DM1, untuk melihat lebih jauh dari kondisi mereka. Pesannya jelas: “Anda dapat menjalani hidup sepenuhnya dan meraih impian Anda. Tetaplah positif, jaga diri Anda, dan kelilingi diri Anda dengan orang-orang yang mendukung Anda.”
Ia juga berbicara tentang bersikap baik dan sabar terhadap diri sendiri. “Ingatlah bahwa membandingkan diri sendiri tidak akan membantu kita berkembang. Hanya karena orang lain mencapai sesuatu bukan berarti kita tidak bisa. Perjalanan setiap orang itu unik, dan setiap tantangan itu nyata. Kita semua melakukan yang terbaik. Jika Anda perlu beristirahat, luangkan waktu itu. Saat Anda siap, teruslah melangkah maju. Jangan diam—teruslah berusaha dan teruslah maju!”
Kisah Tong menjadi pengingat kuat bahwa DM1, atau kondisi kesehatan apa pun, tidak menentukan apa yang dapat dicapai seseorang. Dengan pola pikir positif, dukungan kuat, dan tekad untuk terus maju, hidup dapat dipenuhi dengan kebahagiaan, peluang, dan kesuksesan.