Info T1D
Tenaga Kesehatan Profesional
Tentang Kami
Covid-19 dan Diabetes Tipe 1
Diedit:
Memiliki Diabetes Tipe 1 (DM1) TIDAK membuat Anda lebih rentan tertular COVID-19. Berdasarkan penelitian ilmiah saat ini, tidak ada bukti bahwa penyandang DM1 berisiko lebih tinggi tertular COVID-19. Siapa pun dapat tertular COVID-19 dan harus mengikuti tindakan pencegahan seperti yang disarankan oleh tim medis dan pemerintah setempat. Hal ini termasuk vaksinasi dan memakai masker bila diperlukan. Virus ini bisa mempersulit pengelolaan kadar glukosa darah sehingga menimbulkan risiko ketoasidosis diabetik (DKA). Jika Anda mengalami gejala berikut, harap hubungi dokter Anda:
- muntah
- diare > 6 jam
- sesak nafas
- demam yang tidak turun setelah beberapa hari
- gejala hipoglikemi
Pantau gula darah Anda lebih sering dari biasanya, periksakan setiap 4 jam.
- Waspadai tanda-tanda terjadinya DKA.
- Apabila terdapat gejala muntah, hubungi dokter Anda, dan segera pergi ke rumah sakit.
- Jangan HENTIKAN INSULIN!
- Pastikan asupan cairan cukup.
Hati-hati dengan obat yang Anda minum untuk mengatasi gejala COVID-19 karena dapat memengaruhi kadar glukosa darah Anda:
- Selain insulin, banyak obat yang dijual bebas juga mempengaruhi kadar gula darah.
-Hati-hati – Banyak sirup obat batuk yang beredar di pasaran mengandung gula yang akan meningkatkan kadar glukosa darah Anda. Jika bisa, selalu pilih sirup bebas gula atau pil oral.
- Obat-obatan yang membantu mengurangi hidung tersumbat juga meningkatkan kadar glukosa darah.
- Waspadai efek obat seperti;
- Aspirin (obat pereda nyeri) dalam dosis besar dapat menurunkan kadar glukosa darah.
- Ibuprofen (anti inflamasi) juga harus dikonsumsi dengan hati-hati karena meningkatkan efek hipoglikemik insulin
Baca lebih lanjut mengenai bagaimana menangani ketika sakit pada DM1.
Jika Anda merasa sangat tidak sehat karena COVID-19:
- Dengan COVID-19, dokter menyarankan Anda untuk mencari bantuan jika Anda mengalami kesulitan bernapas, nyeri atau rasa tidak nyaman yang menetap di dada, penurunan kesadaran, atau apabila didapatkan kebiruan pada wajah dan bibir
- Upayakan untuk tetap menjaga kadar glukosa darah Anda dalam batas normal karena peningkatan kadar glukosa darah berhubungan dengan kondisi kesehatan yang lebih buruk bagi mereka yang tertular COVID-19.
- Jika Anda pergi ke instalasi gawat darurat, penting untuk menyampaikan pada tenaga kesehatan bahwa Anda memiliki Diabetes Tipe 1.
Apabila Anda merasa memiliki Ketoasidosis Diabetik (KAD):
- Jika Anda mengalami tanda-tanda Ketoasidosis Diabetik (KAD), jangan menunggu dan segera cari pertolongan.
- Gejala DKA meliputi: rasa kehausan dan sering buang air kecil, mual, sakit perut, nafas berbau manis seperti buah, nafas cepat, mengantuk atau bingung dan kehilangan kesadaran.
- Jika tidak ditangani, KAD dapat menyebabkan kematian.
Penerjemah:
Dr. Helena Arnetta Puteri, Dr. Dyah Puspitaningtyas, Dr. Dhiya Nadira
Reviewer:
Prof. Aman Pulungan, Dr. Faizi, Dr. Agustini, Dr. Ghaisani, Dr. Khairunnisa, Dr. Stephanie Adelia, Dr. Irfan Salim, Dr. Yuni Hisbiyah, Dr. Rayi Kurnia, Dr. Timothy Supit.
Cari lebih banyak artikel